Hari ke-3: Menentukan Batas Harian yang Realistis Agar Pengeluaran Lebih Terkendali

 

Bagaimana rasanya setelah belajar dan mempraktikan hari pertama dan ke-2? Kalau Mimin sih mulai melihat pola yang sebelumnya belum Mimin sadari, ternyata ada Hal yang lebih besar dari pada yang diperkirakan. Bukan karena kebutuhan pokok terlalu mahal, tetapi karena pengeluaran kecil yang terjadi hampir setiap hari.

Dulu Mimin sering berpikir solusi keuangan adalah menambah penghasilan atau menahan diri secara ekstrem. Pernah juga mencoba “tidak jajan sama sekali” selama seminggu. Hasilnya? Bertahan dua hari, lalu kembali seperti biasa. Ternyata perubahan yang terlalu drastis justru sulit dipertahankan.

Di titik ini Mimin sadar, yang dibutuhkan bukan larangan keras, melainkan batas yang masuk akal. Batas yang masih memberi ruang bernapas, tetapi cukup jelas untuk mencegah pengeluaran berlebihan.

Hari ketiga adalah tentang menetapkan batas harian yang realistis, bukan batas yang ideal di atas kertas.

 

Kenapa Batas Harian Lebih Efektif?

Banyak orang membuat anggaran bulanan, tapi gagal mengontrol pengeluaran harian. Akibatnya, di minggu pertama sudah terasa longgar, lalu di minggu ketiga mulai panik.

Dengan batas harian, kontrol terasa lebih dekat dan lebih mudah dipantau. Kita tidak perlu menunggu akhir bulan untuk menyadari ada masalah.

Batas harian juga membantu mengurangi keputusan impulsif. Saat ingin membeli sesuatu, kita punya acuan sederhana: masih dalam batas atau sudah melewati?

 

Cara Menentukan Batas yang Masuk Akal

Hari ini, ambil total pengeluaran variabel (misalnya makan di luar, jajan, hiburan) dari dua hari sebelumnya. Lihat rata-ratanya.

Lalu lakukan langkah berikut:

  1. Tentukan batas harian sedikit di bawah rata-rata tersebut.
  2. Jangan turunkan terlalu ekstrem. Cukup 10–20% lebih rendah.
  3. Tulis batas itu di tempat yang mudah terlihat.

Contoh sederhana:
Jika rata-rata pengeluaran harian untuk jajan adalah Rp50.000, coba turunkan menjadi Rp40.000–45.000 terlebih dahulu. Perubahan kecil tapi konsisten lebih kuat daripada perubahan besar yang hanya bertahan sebentar.

 

Jangan Mengejar Sempurna, Kejar Stabil

Mimin dulu sering gagal karena ingin langsung sempurna. Ingin langsung hemat total. Ingin langsung punya tabungan besar. Namun pola seperti itu hanya bertahan sesaat.

Perbaikan keuangan yang sehat adalah perbaikan yang stabil. Jika batas harian terlalu ketat hingga membuat stres, besar kemungkinan akan dilanggar. Dan ketika dilanggar, rasa kecewa bisa membuat kita kembali ke kebiasaan lama.

Tujuan hari ini bukan menjadi orang paling hemat. Tujuannya adalah membangun kontrol yang bisa dipertahankan.---


Uji Selama Satu Hari Penuh

Setelah menentukan batas, jalankan selama satu hari penuh. Rasakan:

  • Apakah terasa terlalu berat?
  • Apakah masih realistis?
  • Apakah membuat lebih sadar sebelum mengeluarkan uang?

Jika terasa sedikit menantang tapi masih masuk akal, itu tanda batasnya cukup tepat.

 

Mengubah Pola Pelan-Pelan

Perubahan manajemen keuangan bukan tentang satu keputusan besar, tetapi tentang keputusan kecil yang diulang setiap hari. Hari ketiga ini mungkin terlihat sederhana, tetapi justru di sinilah disiplin mulai terbentuk.

Dengan mencatat, mengelompokkan, lalu memberi batas, kamu sudah melangkah lebih jauh dibanding banyak orang yang hanya membuat resolusi tanpa tindakan.

 Mimin belajar bahwa kebebasan finansial kecil dimulai dari kontrol kecil. Bukan dari angka besar, tetapi dari kesadaran harian yang konsisten.

Besok kita akan membahas bagaimana menyisihkan uang di awal, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Karena jika hanya mengandalkan sisa, sering kali tidak ada yang tersisa.

Perbaikan keuangan tidak harus dramatis. Yang penting, hari ini lebih terkontrol daripada kemarin.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperbaiki Keuangan di 2026, Hari ke-1: Berhenti Menebak, Mulai Mencatat

Hari ke-2: Mengelompokkan Pengeluaran untuk Menemukan Kebocoran yang Selama Ini Tidak Terlihat